Polio:Kenali penyebab dan cara mengatasinya

Penyakit polio disebabkan oleh virus polio yang terdiri atas 3 strain yakni strain 1:Brunhilde, Strain2:Lanzig dan strain 3 :Leon. Selain menular polio juga bisa menjadi wabah ganas seperti yang terjadi dikota sukabumi Puluhan tahun silam. Penularan virsu polio ini bisa terjadi antara manusia ke manusia lain melalui mulut ke mulut atau dari tinja ke mulut. Sampai saat ini pencegahan terbaik untuk penyakit polio adalah melalui imunisasi polio. 

Pemberian vaksin polio adalah wajib seperti apa yang direkomendasikan oleh Ikatan dokter anak Indonesia. Imunisasi polio dapat diberikan kepada anak sejak lahir sebanyak 4 kali dengan interval 6-8 minggu, kemudian pada usia diatas 1,5 kemudian pada usia diatas 5 tahun dan terakhir saat anak berusia diatas 15 tahun. Saat ini terdapat 2 jenis vaksin polio yakni vaksin oral dan vaksin inaktif. 

Vaksin oral (OPV) merupakan vaksin yang terbuat dari virus liar hidup polio tipe 1,2 dan 3 yang
dilemahkan dengan cara pemberian diteteskan ke dalam mulut melalui cairan. Setelah memasuki area pencernaan virus akan menempel pada usus untuk kemudian membentuk antibodi sebagai pertahanan terhadap polio. Pembelian virus ini saat pertama kali akan mempu melindungi tubuh secara cepat dan beberapa dosis setelahnya akan memberikan perlindungan dalam waktu yang panjang.

Hal yang perlu diperhatikan orang tua adalah virus polio dapat bertahan di tinja hingga 6 minggu setelah pemberian vaksin melalui mulut. Dan anak yang telah mendapatkan imunisasi ini dapat mengeluarkan virus vaksin yang dapat menginfeksi pada kontak orang yang belum diimunisasi. Sangat disarankan untuk ibu-ibu atau siapapun yang melaukan kontak dengan bayi yang baru diimunisasi untuk menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan, terutama setelah mengganti popok bayi. 

Apabila kebersihan kurang dijaga dan terjadi kontak dengan salah seorang anggota keluarga yang kondisi kesehatannya sedang buruk maka bisa berbahaya.

Vaksin Non aktif  (IPV)
Vaksin ini sedikit berbeda dengan vaksin sebelumnya yakni dihasilkan dengan cara membiakkan virus didalam media pembiakan tertentu untuk kemudian dibuat tidak aktif/non aktif melalui bahan kimia dan pemanasan sehingga vaksin ini tidak dapat menyebabkan penyakit polio walaupun diberikan pada anak dengan kondisi kesehatan yang sedang menurun. 

Polio memang wajib diberikan untuk sikecil namun ada kalanya tidak boleh diberikan saat anak: 
-Demam tinggi pada suhu lebih dari 38 derajat celcius
- Muntah ataupun diare
- Menderita penyakit kanker/penyakit ganas lainnya 
- Penderita infeksi HIV/AIDS