Diare : kenali siperusak liburan

Saat hendak berlibur sersama keluarga bukan hanya uang dan tiket saja yang perlu dipersiapkan, namun juga kondisi tubuh yang sehat dan persiapan menghadapi penyakit yang kemungkinan bisa menyerang saat kita berlibur. Ada banyak sekali tempat berlibur yang bisa kita tuju baik gunung ataupun pantai serta penginapan yang bisa kita pilih mulai backpecker atau hotel berbintang. Berlibur akan kurang maksimal jika salah seorang anggota keluarga terserang penyakit, dan salah satu penyakit yang paling umum adalah diare.

Sebelum berangkat sebaiknya kumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang tempat yang anda tuju. Misalnya suhu disana apakah panas atau dingin udaranya lembab atau kering. Cari tau adakah penyakit menular didaerah sana, jika ada mungkin anda perlu menjalani imunisasi tertentu guna berjaga.

Kembali lagi ke diare. Penyakit ini memang tergolong singkat karena biasanya terjadi kurang lebih 3
hari dan sangat jarang sampai terjadi 7 hari. Penyakit ini kadang bisa datang dan pergi dengan sendirinya tanpa diobati. Namun ada yang perlu diwaspadai jika penyakit tersebut tidak segera pergi karena bisa saja kita kehilangan banyak cairan yang mampu membuat tubuh lemas. Berikut adalah beberapa gejala diare :
Buang air besar dengan feses yang encer
Sakit perut/kram pada perut
perut kembung
Selalu ingin BAB dengan frekwensi yang tinggi sd. 6 kali sehari
Kadang mengalami mual ataupun muntah

Penyebab diare saat travelling biasanya adalah konsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh kuman. Bukan hanya makanan yang belum diolah, makanan olahan pun bisa saja membawa kuman. Kuman yang paling sering mengkontaminasi adalah Escheria Coli, salmonella gastroenteritis. serta beberapa kuman lain. Nah apa yang bisa kita lakukan saat terserang diare:
1. Gantikan cairan tubuh yang dilang dengan larutan gula garam atau oralit.
2. Minum bayak cairan seperti sup atau kaldu, jika sudah baikan maka kepadatan makanan bisa ditingkatkan
3. Hindari makanan yang berlemak ataupun makanan yang terlalu manis, makanan pedas, alkohol, kafein da gorengan
Untuk pertolongan pertama sebaiknya mencegah penggunaan obat diare dan menggunakan cara alami, namun bila diare tak kunjung sembuh boleh menggunakan obat, misal obat yang mengandung attapulgit yang bekerja menyerap kuman dan mengeluarkannya bersama tinja. Bial obat juga belum menyembuhkan , ada baiknya anda berkonsultasi dengan dokter.

Bagaimanapun mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, termasuk juga untuk kasus diare. Berikut adalah beberapa cara untuk mencegahnya :
1. Cuci tangaan sebelum makan dengan baik. Bukan hanya sebelum makan, disaat aktifitas bermain ataupun sesudah BAB atau pipis juga sangat penting untuk menjaga kebersihan.
2. Minumlah minuman yang sudah dimasak hingga mendidih, namun boleh juga meminum dari kemasan yang masih tersegel.
3. Anda harus yakin dengan kebersihan makanan yang dikonsumsi, jika tidak yakin ada baiknya anda menghindari makanan apapun yang berkuah, atau sayuran yang tidak dimasak serta produk yang terbuat dari susu.
4. Hindari buah mentah yang tidak dikupas sendiri kulitnya
5. Jangan gunakan es batu yang terbuat dari air mentah
6. Hindari makanan yang tidak dimasak sampai matang